BANDA ACEH - Anda yang ingin bersedekah, tapi tidak punya uang. Jangan khawatir, kini Rumoh Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh menerima sedekah dan sumbangan dalam bentuk buku dari Anda. Buku-buku tersebut setiap harinya akan dibaca oleh puluhan pengunjung pustaka termasuk juga anak-anak.
Pendiri Ruman Aceh, Ahmad Arif kepada Serambi Selasa (21/5) mengatakan saat ini ada 3.000 koleksi buku di Ruman Aceh yang biasa dibaca para pengunjung pustaka. Bahkan, menurutnya Minggu (19/5) lalu Ruman Aceh juga menerima sedekah buku dari Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Raniry, Dr Syamsul Rijal, M.Ag. Pada kesempatan shilaturrahmi itu, diserahkan sebanyak 27 judul buku tentang Aceh dan keislaman.
Sebelumnya, Ruman Aceh juga telah menerima sedekah 17 buku dari PAY Pecinta Anak Yatim (PAY) Jakarta. Satu bundel paket untuk pesantren dan rumah baca dari Majalah Potret, 6 buku dari Bandar Publishing, Novel Outobiografi “Burung Burung Cakrawala” dari Prof. Mochtar Pabottingi, dan Kumpulan Puisi Yassin Saleh, maestro puisi cyber dari negeri jiran, Malaysia.
Pendiri Ruman Aceh, Ahmad Arif mengatakan, Ruman Aceh berawal dari buku koleksi pribadi saat kuliah di UIN Jakarta periode 2000-2004. Menurutnya, dari 3.000 judul buku dan 1.000 majalah dan jurnal yang ada saat ini, 70 persennya merupakan sumbangan, baik pribadi maupun lembaga. Ia mengatakan, Ruman Aceh mulai dibuka untuk umum awal tahun 2007 dengan segmen pengungunjung para mahasiswa perguruan tinggi dari jenjang S1 hingga S3.
Siapa yang saja yang berniat sedekah buku untuk program mencerdaskan anak Aceh, pengelola Ruman Aceh menurut Ahmad Arif akan menjemput ke lokasi penyumbang. “Sedekah buku bisa saya jemput langsung atau bisa hubungi ke nomor 081360295521 untuk memberitahu posisi buku yang bisa kami ambil,” ujarnya.
Sementara itu, pada tanggal 8 April, Ruman Aceh, kata Ahmad Arif mulai membuka Divisi Anak yang mengkhususkan kegiatan-kegiatannya secara cuma-cuma atau gratis bagi anak yatim dan keluarga duafa di lingkungan tempat Ruman Aceh berada.
Pembukan divisi anak, menurutnya, karena animo anak-anak yang datang cukup tinggi. Setiap bakda Dzuhur ada lebih 50 anak kumpul di Ruman Aceh untuk baca buku dan belajar. “Divisi anak dibentuk untuk menstimulus anak-anak membaca. Di samping itu, yang utama ialah menyediakan akses bimbel bagi anak-anak yatim dan duafa dimana orang tua mereka tidak mampu memasukkan anak mereka ke bimbel-bimbel yang ada,” ujarnya.
Ruman Aceh berada tidak jauh dari lokasi Taman Edukasi Tsunami Kapal PLTD Apung, Gampong Punge Blangcut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. (ari)
Sumber;
Koran Serambi Indonesia. Rabu, 22 Mei 2013 10:29 WIB
http://aceh.tribunnews.com/2013/05/22/ruman-aceh-terima-sedekah-buku
Komentar
Posting Komentar