RUMAN (Rumoh Membaca Aneuk Nanggroe) Aceh

Latar Belakang

Aceh, negeri bergelar Serambi Mekkah yang terletak di ujung Barat Indonesia ini menyisakan banyak fakta tentang kegetiran hidup anak manusia. Awal tahun 2004 silam kami, beberapa mahasiswa asal Aceh yang sedang studi di perguruan tinggi negeri dan swasta di bilangan Jabodetabek diundang oleh Kamaruddin, M.Si, Pembantu Dekan FISIP UI Bidang Kemahasiswaan. Lalu diperlihatkan kepada kami sebuah poto yang dikirimkan oleh seorang aktivis mahasiswa Univesitas Syiah Kuala.

Foto itu berisi seroang bocah Aceh. Tubuhnya ringkih, di sana sini hanya menonjolkan tulang belulang yang nyaris tersembul dari balik kulitnya yang legam. Ia yang dalam posisi seolah-olah bersujud payah sekali menggapai sisa-sisa makanan di atas tanah di hadapannya. Pasti, sembari gemetar menahan lapar teramat sangat. Gambar itu adalah sekeping potret dari sekian banyak problematika kemanusiaan yang menyirami bumi Aceh. Dan anak-anak Aceh adalah salah satu korban dari perseteruan yang tiada henti itu.

Pertemuan tersebut semakin memantapkan hati kami kembali ke Aceh untuk mengabdi dan berbagi seperti yang telah kami tuliskan sebelumnya pada akhir 2013 tentang rencana peta kehidupan atau mimpi-mimpi pasca studi. Satu di antara Sembilan impian tersebut adalah membuka pustaka untuk komunitas secara cuma-cuma dan bimbingan belajar gratis bagi anak-anak keluarga dhuafa, juga secara cuma-cuma.

Konflik berkepanjangan tersebut akhirnya reda setelah bencana maha dahsyat abad ini, gempa dan tsunami, meluluhlantakkan negeri Sultan Iskandar Muda. Lagi-lagi, anak negeri terperosok dalam duka tiada bertepi. Meski proses rehabilitasi dan rekonstruksi dipacu di seantero negeri, tetap saja permasalahan asasi belum tertuntaskan. Kemiskinan terus menjulang di tengah derasnya kucuran uang. Dan, anak-anak masih tetap sebagai korban.

Merampungkan segudang persoalan itu tentu saja tidak bisa dikerjakan oleh instansi pemerintah secara sendirian. Partisipasi masyarakat menjadi salah satu celah yang bisa dimanfaatkan untuk meminimalisir suramnya dunia pendidikan di Aceh.

Beranjak dari keprihatinan tersebut dan keinginan besar mewujudkan mimpi-mimpi di atas untuk berpartisipasi dalam membangun dunia pendidikan di Aceh, kami membentuk RUMAN Aceh. Dengan kata lain, RUMAN Aceh ini merupakan kendaraan yang merefleksikan keinginan tulus kami untuk peduli terhadap nasib dunia pendidikan anak Aceh.

Desember 2006 kami membawa pulang ke Banda Aceh 2000-an buku dan hampir 1000 majalah koleksi pribadi selama menempuh studi di Jakarta. Pada pembuka tahun 2007, koleksi tersebut kami buka untuk mahasiswa dan masyarakat umum. Pustaka itu kami beri nama Rumoh Membaca Aneuk Nanggroe (RUMAN ) Aceh. Artinya, rumah membaca anak negeri. Senin, 8 April 2013, kegiatan bimbingan belajar (bimbel) gratis untuk anak-anak yatim dan keluarga dhuafa mulai dilaksanakan oleh Divisi Anak RUMAN Aceh.


Visi

Membentuk generasi baru yang memiliki kepribadian yang luhur, jasmani yang sehat dan akal yang cerdas.


Misi
  1. - Memfasilitasi sarana pendidikan alternatif melalui bimbingan belajar
  2. - Mendampingi anak-anak secara psikologis dan akademis serta religis
  3. - Menjadi mediator bagi semua kalangan masyarakat baik di dalam maupun di luar negeri yang peduli terhadap nasib pendidikan anak Aceh

Tujuan

Menyediakan sarana bimbingan belajar cuma-Cuma kepada anak usia preschool dan Sekolah Dasar. Mengadakan program pendampingan psikologi, akademi dan religi bagi anak Aceh. Menghimpun potensi individu dan lembaga baik domestik maupun asing untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan anak Aceh.


Program
  1. - Pustaka komuntias
  2. - Bimbingan belajar / balai pengajian
  3. - Konsulatasi psikologi dan Pendampingan akademik
  4. - Akses kesehatan

Sasaran

Anak Aceh usia pra sekolah dan sekolah dasar


Keunggulan
  1. - Metode pembelajaran yang tidak melupakan kearifan local Aceh sekaligus mengadopsi pula kemajuan zaman.
  2. - Program pendampingan psikologi, akademi dan religi bagi anak Aceh
  3. - Transparansi dan Akuntabilitas keuangan
  4. - Relawan dan pendamping berasal dari kampus-kampus ternama di Aceh


Sekretariat

Jl. Tuan Dipakeh II, No. 1, Kelurahan Punge Blangcut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Kode Pos 23234.

Telp/HP; 081360295521 / 085270177889.

Email; ruman_aceh@yahoo.com.

Facebook; Ruman Aceh.

Rekening; 3916-01-005764-53-2, BRI , an Kelompok Belajar.




Komentar